VIVA   –  Beberapa tahun terakhir pola pengasuhan anak berganti cukup banyak. Meskipun aniaya fisik dulunya merupakan cara yang direkomendasikan untuk mendisiplinkan anak, orangtua di era modern cenderung memilih ancangan yang tidak terlalu menyinggung fisik anak saat menjalankan perilaku buruk.

Ada banyak alasan. Mulai dari keyakinan pribadi maka batasan hukum. Tetapi belajar baru yang dilakukan sebab sebuah tim peneliti di Universitas Harvard, Amerika Konsorsium (AS) dapat memberikan keyakinan lebih pada keputusan buat memilih hukuman verbal daripada menggunakan kekuatan fisik.

Baca: Sarjana Rela Melakukan Apapun demi Alien

Penelitian dikerjakan dengan tujuan meneliti hubungan antara tamparan dan respons saraf terhadap wajah yang menakutkan, indikator adanya intimidasi di lingkungan, dan memakai wajah emosional.