VIVA   –  Ramadhan tahun ini adalah Ramadhan dengan double moment , puasa & pandemi. Puasa sendiri terdapat pola makan dimana zaman makan pun dibatasi sebab terbit fajar hingga sore hari.

Pada waktu tersebut, sekitar 12-13 jam tubuh tidak mendapatkan suplai makanan dan minuman apapun. Hal ini tentu saja membutuhkan nutrisi dengan cukup selama menjalankan puasa.  

Pakar gizi, Seala Septiani menyatakan pada dasarnya kebutuhan nutrisi antara orang yang bertarak dan tidak berpuasa tetaplah sama, yaitu kebutuhan gizi seimbang.

“Prinsip dasar gizi seimbang adalah jenis sasaran dengan variasi cukup mengikuti seimbang dibarengi jumlah porsi yang cukup. Di dalamnya harus ada sumber karbohidrat kompleks, protein, serta dilengkapi dengan buah dan daun. Tidak hanya variasi, jumlah makanannya juga harus diperhatikan, tidak berlebihan, ” introduksi Seala.