VIVA   –  Menteri Asing Negeri RI, Retno Marsudi, mengangkat sejumlah isu terkait perdamaian dan stabilitas pada kawasan dalam Pertemuan Istimewa Menteri Luar Negeri Perkumpulan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) di Chongqing, China.

Dalam konferensi pers yang digelar menyusul pertemuan yang memperingati 30 tarikh hubungan kemitraan ASEAN dan China itu, Menlu mengucapkan dirinya mengangkat tiga poin isu dalam konteks perbaikan dan stabilitas itu.

“Yang pertama melanggar masalah Myanmar. Saya sampaikan kembali bahwa keselamatan & kesejahteraan masyarakat Myanmar dan pemulihan demokrasi harus menjelma prioritas utama kita, ” kata Menlu dalam konferensi pers yang dipantau sejak Jakarta, Senin.

Pada 24 April lalu, ASEAN sudah berhasil menyelenggarakan pertemuan antar-pemimpin ASEAN Leaders Meeting dalam Jakarta, di mana pertemuan tersebut menghasilkan lima poin konsensus.