VIVA   –  Berolahraga mampu meningkatkan imunitas, sehingga sangat tertib untuk melawan serangan virus corona jenis baru atau COVID-19 di tengah pandemi. Saat berolahraga lestari disarankan menjalani sejumlah protokol kesehatan tubuh termasuk memakai masker.

Memakai masker saat berolahraga tetap dapat menganggu proses pernafasan. Tetapi, penggunaan masker diperlukan agar meminimalisasi  penularan virus corona yang mampu dipicu dari kerumunan.

Terlebih, berolahraga di pusat kebugaran atau di dalam ruangan bertambah berisiko membuat virus bertahan bertambah lama. Sebab, penularan virus zaman berolahraga di dalam ruangan mengarah dipengaruhi oleh 3 hal.

“Ventilasi, periode, dan jarak. Kalau indoor dan tak ada ventilasi, risiko penularannya kian tinggi, ” ujar dokter spesialis kedokteran olahraga, dr. Sophia Hage, SpKO, dalam acara Hidup Bugar, Selasa 23 Juni 2020.

Tanpa ventilasi di was-was kebugaran, kata dokter Sophia, durasi dan jarak saat berolahraga harus dibatasi. Misal, durasi olaharaga pas 15 menit saja lalu berhenti sejenak dan diulang kembali.

“15 menit cukup. Jika mulai ngos-ngosan, turunkan dulu intensitasnya lalu boleh buka masker pendek saat rehat, ” kata tempat.

Renggang yang harus dipatuhi, lanjutnya, serupa penting sekitar 1 meter dan wajib hindari kerumunan. Ia serupa tak menyarankan berolahraga terlalu mengandung di saat memakai masker.

“Intensitas ringan dan sedangkan dulu, kalau angkat bebannya 30 kilo sekarang 10 kilo dulu. Kalau intensitas tinggi jangan pakai masker seperti atlet dan lari marathon. Konsekuensinya adalah cari wadah sepi dan waktu sepi, ” tutur dr Sophia.