VIVA   –  Pemain Persebaya Surabaya, Makan Konate kudu menjalani ibadah Ramadhan 1441 H dengan cara berbeda. Konate tak bisa pulang ke Mali, walaupun saat ini kompetisi Liga 1 ditunda.  

Bon 1 ditunda sejak Maret berantakan karena pandemi virus corona COVID-19. Konate pun tidak bisa pulang ke Mali, karena negara itu sedang di lockdown.

“Biasanya saat libur kompetisi di bulan Ramadhan menjelang Idul Fitri saya pulang ke Mali, tapi sekarang karena Covid-19 semua oleh sebab itu berbeda, jujur saya rindu secara keluarga, ” kata Konate dikutip laman Persebaya.

Gelandang bernomor punggung 10 tersebut punya berbagai cara buat mengobati rindunya akan kampung kaca. Salah satunya Konate menyiasati dengan memasak masakan Afrika.

Menurut Konate, makanan Asia khususnya Indonesia faktual tidak jauh berbeda dengan African food. Sehingga dirinya tidak pengganggu untuk mencari bahan makanan untuk mengolahnya menjadi masakan.

Lihat Juga

“Masakan Mali itu umum dibikin dengan saus. Untuk bahannya bisa menggunakan ayam, daging & ikan, semua mudah ditemukan pada sini, ” jelasnya.

Dari sekian banyak makanan, ada yang menjadi favorit Konate. Salah satunya Sup Nadji.

“Kebiasaan di rumah saya di Mali, kita memasak sup mandung yang disebut Sup Nadji, disajikan bersama nasi putih mirip sesuai di sini” tambah eks pemeran Persib Bandung ini.  

“Sup Nadji juga menjelma favorit saya selama puasa dalam Indonesia seperti sekarang, karena membuatnya tidak rumit, ” imbuh pemeran yang sukses mempersembahkan Piala Gubernur Jatim 2020 untuk Persebaya itu.

Dengan tidak adanya kompetisi, Konate juga bertekad buat menjaga puasanya. Pemain yang telah tujuh tahun malang melintang di dunia sepak bola Indonesia itu berharap pandemi ini bisa berakhir setelah bulan Ramadhan. Agar seluruh bisa kembali beraktifitas dan jentera kompetisi bisa dijalankan.
 
“Saya mau puasa 30 hari Insha Allah semoga kita keluar dari situasi pandemi covid 19 dan kembali bertanding, kami sudah rindu atmosfer stadion, ” tutupnya.