VIVA   –  Ayah Atta Haliintar, Anofial Asmid dilaporkan mantan istri kedua, Happy Hariadi. Anofial Asmid dilaporkan karena dugaan kasus penelantaran bujang. Saat ini, pihaknya masih melangsungkan mediasi.

“Kita merasa tidak ada masalah antara klien saya dengan pelapor dan anaknya. Demi kebaikan kelaurga besar Halilintar kami akan terus lakukan mediasi sebatas antar kuasa hukum selalu, ” kata kuasa hukum Asmid, Rhaditya Putra Perdana saat berbincang di kawasan Ampera, Jakarta Daksina, baru-baru ini.

Tetapi mediasi baru dilakukan antar advokat. Sampai saat ini Halilintar Anofial Asmid belum kembali ke Indonesia. Ia masih mengurus beberapa order di Malaysia.

Baca juga:   Ayah Atta Halilintar Akui Nikahi Happy Hariadi dan Nafkahi Anaknya?

“Saat tersebut beliau masih di Malaysia sebab punya beberapa mitra usaha di sana. Banyak kolega dan teman-teman mengaji, sekaligus terapi. Kami menyiasati klien saya pulang ke Indonesia, ” kata Rhaditya.

Maka kuasa hukum tersebut membantah kliennya mangkir dari panggilan polisi. Selama ini, Rhaditya mencoba buat menghadirkan Asmid melalui virtual namun belum mendapat persetujuan.

“Kami sudah upayakan pemeriksaan virtual. Tapi kepolisian minta hadir langsung. Dan juga abu Atta Halilintar tidak akan lari dari masalah  hukum, ” ujarnya.

Selain itu, Rhaditya mendengar kliennya tidak pernah menyia-nyiakan anak tersebut. Masih ada komunikasi yang terjalin antara Asmid dengan anaknya.

“Sejauh ini mereka masih komunikasi kok. Anaknya ini bulan depan berusia 17 tahun, selama pisah pun masih suka telpon, chat, dan gambar call. Namun hak asuh anaknya dipegang oleh Happy, karenanya Pak Halilintar sangat menghormati Pengadilan Pegangan atas putusannya, ” katanya.

Rhaditya menambahkan, komunikasi tersebut terjalin dengan tidak leluasa. Untuk itu pihaknya menunggu sang bani untuk datang ke pihak Halilintar.

Baca juga:   Ayah Atta Halilintar Dipolisikan Eks Istri Kedua, Anak-anak Tertekan?

“Yang maka masalah apakah sang anak diberikan untuk berkomunikasi dengan ayahnya sendiri. Karena setahu kami, anak ini berkomunikasi dengan klien kami memakai handphone ibunya, ketika ibunya terbaring. Jadi kami menunggu anak tersebut datang ke keluarga Halilintar, ” katanya.