VIVA   –  Pekan libur lama diberlakukan selama beberapa hari di akhir bulan Oktober hingga depan November 2020. Hal ini dikhawatirkan  berpotensi memicu lonjakan kasus COVID-19. Terbukti dengan beberapa momen libur panjang selama pandemi, yang berpengaruh pada penambahan ribuan kasus membangun COVID-19. Masih mau liburan?

Mengutip data covid. go. id terdapat dua momen di mana libur panjang terjadi yakni saat Hari Raya Idul Fitri & Hari Kemerdekaan. Di kedua momen itu, terjadi lonjakan kasus COVID-19 hingga nyaris  menembus angka 5000 per hari.

Di libur idul fitri, terjadi kenaikan jumlah kasus harian dan kumulatif mingguan sekitar 69-93 persen sejak Idul  Fitri dengan rentang waktu 10-14 hari. Libur terjadi di dalam 22-25 mei dengan kenaikan peristiwa pada rentang 6-28 juni.

Baca Juga:   Selain Batuk dan Demam, 10 Petunjuk COVID-19 Ini Patut Diwaspadai

Tercatat puncaknya pada 1159 kasus dalam jumlah konfirmasi meyakinkan COVID-19 harian. Sementara pada pengumpulan kasus konfirmasi positif COVID-19 mingguan, puncaknya pada pekan keempat Juni dengan 8119 kasus.

Libur panjang Agustus pada tanggal 17, 20-23, dengan terjadi kenaikan kasus sekitar 10-14 hari pada pekan 1-3 September. Puncaknya pada pekan ketiga September dengan nyaris mencapai 5000 urusan.

Diketahui, Menteri Pemimpin Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menyatakan bahwa pemerintah tidak mengubah ketetapan mengenai cuti bersama dari tanggal 28 Oktober 2020 sampai 1 November 2020.

“Rapat Terbatas cocok arahan Presiden menetapkan bahwa cuti dan libur dalam kaitan dengan peringatan Maulid Nabi tetap dilaksanakan, tidak ada perubahan, ” katanya di Jakarta, Senin 19 Oktober 2020, dalam konferensi pers seusai rapat kabinet terbatas.

Muhadjir mengatakan bahwa Kementerian Di dalam Negeri akan mengkoordinir pemerintah wilayah untuk melakukan upaya-upaya guna menyekat peningkatan penularan COVID-19 selama libur panjang pekan depan. Kementerian Kesehatan tubuh dan Satuan Tugas Penanganan COVID-19, ia melanjutkan, juga akan melakukan upaya-upaya untuk mencegah peningkatan sirkulasi COVID-19 selama masa cuti beserta.