Ganja yang di beberapa negara, seperti Indonesia, masuk di dalam kategori narkotika, kini dilirik sebagai bagian dari masa depan rokok oleh perusahan tembakau besar di negeri.

Perusahaan tembakau besar pada dunia yang berasal sejak Inggris, British American Tobacco (BAT), melihat ganja jadi bagian dari masa aliran di tengah upaya buat beralih dari penjualan rokok tradisional.

ME mengatakan ingin “mempercepat” transformasinya dengan mengurangi dampak kesehatan dari produk rokok tradisionalnya.

Maret berarakan, BAT menanamkan saham ke perusahaan pembuat ganja medis Kanada, Organigram.

Mereka selalu menandatangani kesepakatan untuk meneliti berbagai produk ganja dengan baru untuk orang dewasa, diawali dengan penelitian yang fokus pada cannabidiol (CBD).

“Karena awak memikirkan portofolio untuk zaman depan, tentu saja di luar produk nikotin. Tersebut [ganja] mengakui bagi kami sebagai gelombang lain dalam pertumbuhan pada masa depan, ” manajer BAT Kingsley Wheaton mengutarakan kepada BBC Radio 4 dalam Today Programme.

Lihat Juga

Wheaton, kepala pemasaran BAT, mengutarakan melihat produk-produk lain dengan terbuat dari ganja jadi bagian dari pertumbuhan era depan perusahaannya.

BAT saat ini sedang menguji coba produk cerutu elektrik atau vape CBD di Manchester, Inggris.

“Saya pikir [vaping CBD] adalah periode dari masa depan, tetapi tantangan saat ini merupakan mengurangi bahaya dalam pilihan tembakau dan nikotin, & mendorong orang untuk beringsut. ”

 

Getty Images

Merilis hasil pertengahan tahun tenggat Juni, raksasa tembakau tersebut melaporkan kenaikan pendapatan 8, 1% menjadi £12, 18 miliar atau lebih lantaran Rp205 triliun.

Lebih dari sepertiga pendapatannya di Inggris sekarang datang dari merek rokok elektrik seperti Vuse, Velo & Glo.