VIVA   –  Konflik Partai Demokrat tampaknya masih alot lantaran kubu Moeldoko juga tengah mengajukan uji materiil di Mahkamah Agung (MA). Bahkan, Moeldoko Cs disebut menggandeng adjuster kondang Yusril Ihza Mahendra.

Manuver itu direspons Demokrat pimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Kepala DPP bidang Hukum serta HAM, Didik Mukrianto menyindir kubu Moeldoko yang tidak puas dengan dua gugatan di Pengadilan Tata Daya Negara (PTUN) Jakarta.

“Dengan menunjuk Yusril Ihza Mahendra sebagai adjuster, gerombolan Moeldoko sedang membongkar-bongkar pembenaran ke MA agar dapat melegalkan begal politik yang mereka lakukan, ” tutur Didik dalam keterangannya, Kamis, 23 September 2021.

Dia heran dengan kengototan Moeldoko Cs yang tentu mempersoalkan Surat Keputusan (SK) Menkumham atas pengesahan AD/ART Partai Demokrat pimpinan AHY yang dikeluarkan pada Mei 2020. Didik menilai langkah mereka sengaja hanya buat mencari pembenaran atas terselenggaranya Kongres Luar Biasa (KLB) di Sibolangit, Deli Serdang yang dicap ilegal pada Maret 2021.

Pun, ia menegaskan buat Kongres Demokrat pada Maret 2020 yang menetapkan AHY sebagai ketum sudah cocok aturan.