VIVA   –  Legenda tinju dunia, Mike Tyson ramai dibicarakan kausa kegemarannya bermain wanita. Hasrat seksualnya yang tak terbendung membuat Tyson liar. Dia sering menghabiskan hari-harinya hanya untuk pesta seks.

Tyson merupakan salah mulia petinju terhebat yang pernah ada di dunia. Dia saat ini masih memegang rekor sebagai pendekar dunia kelas berat termuda. Tersebut ia raih dalam usia 20 tahun, 4 bulan, 22 hari pada bulan November 1986.

Si Leher Beton sukses mengawinkan titel kelas berat WBA, WBC, dan IBF. Pria kemunculan New York, 30 Juni 1966 tercatat melakoni 58 pertarungan secara 50 kemenangan (44 kemenangan KO) dan hanya enam kali kecundang.

Photo:

  • Daily Mail

Popularitas  dan kekayaan yang tak terpatok membuat Tyson lepas kontrol. Syahwat, alkohol dan narkoba menjadi santapannya sehari-hari.

Bahkan, sekalipun ia telah beristrikan Robin Givens pada 1988-1989 silam. Tyson mengakui kehidupannya saat itu sangat berantakan. Di belakang Givens dia kerap main serong. Bukan cuma satu, malah jumlahnya puluhan.

Begitu juga kala ia menikah dengan Monica Turner pada 1997-2003. Perbuatan nakal tersebut masih terus ia lakukan karena telah menjadi kebiasaan.

Selama melancarkan aksi nakalnya, Tyson lebih dulu mengatur siasat agar tidak ketahuan. Tyson membeberkan bahwa tempat harus mengelabui para pengawalnya.

Membawa pengawal saat hendak bermain serong menurut Tyson sangat membahayakan. Dia tak yakin orang yang ia pekerjakan mau bergerak sama, menjaga rapat rahasianya.

“Saya sering bersembunyi lantaran para pengawal karena saya tak ingin ada yang tahu barang apa yang saya lakukan, seperti ingin bertemu dan bercinta dengan para perempuan nakal. Saya tak mau orang lain mengetahui hal ini, ” kata Tyson dalam Hotboxin Podcast .

“Karena anda tak pernah tahu apakah para pengawal mampu bekerja sama, bisa saja mereka merekam saya dan memiliki masukan atau informasi tentang anda pada masa lalu. Para pengawal seharusnya tidak tahu tentang aksi ini terutama jika anda sudah menikah dan masih ingin berbuat kepala, ” sambungnya.

Tyson perlahan mulai menemukan secercah terang saat ia bertemu dengan perempuan cantik anak dari Shamsud-din Ali, tokoh Islam terkemuka di Philadelphia, Lakiha Spicer. Dia pun menikahinya pada 2009 lalu.

Tyson menilai Lakiha merupakan wanita yang benar-benar tulus mencintainya. Oleh karena itu, ia berkekad untuk melupakan semua kebiasaan buruknya demi melayani ketulusan dari sang istri dan terbukti hingga saat ini.

“Berkat Lakiha, saya lebih mengerti bagaimana cara menghargai serta menghormati wanita. Bagi saya, wanita adalah guru yang mengajari kami banyak hal. Jika tidak, barangkali saya sudah bunuh diri, ” kata Tyson.