VIVA   – ? Pemimpin Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab bakal pulang ke tanah air pada 10 November 2020 mendatang. Kepulangan tersebut setelah Habib Rizieq Shihab semasa 3, 5 tahun berada di Arab Saudi.

Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah mengatakan Rizieq Shihab adalah warga negara Nusantara (WNI). Sehingga memang sudah selayaknya bisa pulang ke tanah air.?

“Sebetulnya tidak ada persoalan kepulangan Habib Rizieq sebagai warga negara. Sehingga jangan ada yang menarasikan pemerintah kontra terhadap Habib Rizieq, ” ujar Dedi kepada wartawan, Minggu, 8 November 2020.

Dengan kepulangan Imam Besar FPI itu ke tanah air, tersebut menandakan pemerintah Indonesia tidak mengintervensi. Karena selama ini pemerintah terkuak terhadap Habib Rizieq Shihab.?

“Kepulangan ini menandakan pemerintah welcome , ” katanya.

Dedi berbicara semua pihak tidak perlu kecil dengan kepulangan  HabibRizieq Shihab. Sebab dia percaya kepulangan  Habib Rizieq Shihab tersebut akan membawa kesejukan.?

“Iya rasanya tidak ada argumentasi dengan dikhawatirkan dengan kepulangan Habib Rizieq, ” katanya.  

Jika nantinya Habib Rizieq Shibah saat pulang ke tanah air, lantas melanggar hukum dan membina kegaduhan. Maka pihak kepolisian cuma tinggal memprosesnya saja sesuai dengan ketentuan yang berlaku.?

“Misalnya gerakan itu sudah mengenai hukum maka pemerintah punya kekuasaaan ada polisi yang menjalankan aktivitasnya sesuai dengan ketentuan yang benar, ” tuturnya.?

Tatkala jika masih ada persoalan norma dari Habib Rizieq Shihab, maka pihak kepolisan bisa bertindak terlatih. Artinya kasus-kasus yang melibatkan Buah hati Rizieq Shihab diproses dengan terang.
?
“Saya kira jika betul Habib Rizieq punya urusan hukum tetap saja dilanjutkan tetap penegak hukum harus benar-benar tansparan dan adil, ” katanya.

Sekadar diketahui, hampir 3, 5 tahun Rizieq Shihab menetap di Arab Saudi. Dia mengalpakan Indonesia saat kasus dugaan chat pornografinya bersama Firza Husein menyeruak. Era itu Habib Rizieq ditetapkan tersangka oleh Polda Metro Jaya, & kemudian dihentikan atau SP3.  

Kemudian, pada November 2015, Habib Rizieq diadukan Pasukan Muda Siliwangi ke Polda Jawa Barat karena memplesetkan salam Sunda ‘sampurasun’??.   Selain itu,? Imam Besar FPI ini juga  tahu dijadikan tersangka kasus dugaan penodaan Pancasila, namun sudah dihentikan oleh Polda Jawa Barat.

Baca juga:   Haris Azhar Ungkap Mafia Gencar Pakai Buzzer di Sengketa Desa