VIVA   –  Direktorat Reserse Narkoba   Polda NTB menyelenggarakan penggrebekan sebuah rumah di Kecamatan Pringgasela Kabupaten Lombok Timur, yang digunakan sebagai pabrik narkoba  jenis sabu, Sabtu, 21 November 2020.

Direktur Resnarkoba Polda NTB Komisaris Besar Polisi Helmi Kwarta Kusuma mengatakan, dalam penggerebekan tersebut berhasil diamankan sepuluh pelaku yang menjalankan bisnis narkoba dalam Lombok Timur.  

“Sepuluh pelaku ini merupakan utama kelompok jaringan yang   mendapatkan sabu, mereka di- suplay atau dapatkan dibanding orang yang mereka panggil dengan sebutan ustaz. Si ustaz  inilah yang rumahnya dijadikan pabrik sabu rumahan, ” ungkapnya,   Minggu, 22 November 2020.

Baca juga:   KTT G20, Jokowi Tegaskan Kontrak RI Dorong Ekonomi Hijau

Pihak kepolisian mengungkap jaringan pabrik sabu tersebut juga bekerjasama dengan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Mataram.

Peralatan di pabrik sabu tersebut difasilitasi oleh seseorang yang dipanggil Jenderal Yusuf, seorang tahanan kasus narkoba yang dipidana 10 tahun di Lapas Mataram. Jenderal Yusuf juga adalah buronan interpol dalam kasus perampokan di Malaysia dan Brunei.  

Penangkapan tersebut berawal dari informasi yang dihimpun oleh Tim Opsnal Ditresnarkoba Polda NTB, kemudian Tim berkoordinasi dengan Lapas kelas II A Mataram guna mempertajam informasi yang didapat sebelumnya dan diyakini kalau di wilayah Lombok timur tepatnya di Kecamatan Selong dan Peringgesele Lombok Timur ada pabrik narkotika dan tempat transaksi narkoba.

“Berbekal informasi tersebut kemudian sekitar pukul 12. 00 Wita Ketua Tim AKP Made Yogi mengumpulkan anggota di Pos Penjaga Cakranegara kemudian langsung bergerak menuju TKP pertama di Lombok Timur yakni di kos-kosan di Dunia Muhajirin, Desa Pancor, Kecamatan Selong Lombok Timur, ” katanya.

Di sana petugas tepat melakukan penggerebekan pada empat dunia kos dan mengamankan delapan karakter. Polisi menyita barang bukti sabu di masing-masing kamar.

Dari penggerebekan di kos-kosan itu kemudian polisi meneruskan penggerebekan dalam sebuah rumah di Kecamatan Pringgasela Lombok Timur. Polisi kembali menangkap dua pelaku di lokasi bertentangan yang merupakan satu jaringan pelaku.

“Setelah berhasil menyimpan tersangka berikut barang bukti narkoba di Selong kemudian Tim tepat bergerak menuju TKP selanjutnya yakni di Kecamatan Pringesela Lombok Timur. Sekitar pukul 15. 30 Wita Tim tiba di TKP di sebuah rumah yang diduga digunakan sebagai pabrik pembuatan narkotika, ” kata Helmi Kwarta.

Dalam pabrik rumahan tersebut, polisi menyita alat-alat yang digunakan di dalam meracik sabu seperti mekiheitamin redup, mixsofir cair, dimethyl sulfoxide lebur dan alat lainnya. Sabu dengan ditemukan masih dalam bentuk larutan yang siap diproses menjadi narkoba.