VIVA   –  Pemimpin Joko Widodo menunjuk Kementerian Pertahanan yang dipimpin Prabowo Subianto mengerjakan urusan lumbung pangan di Kalimantan Tengah. Tugas baru Prabowo ini pun direspons publik dengan beragam.

Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Tengku Zulkarnain punya pandangan positif terhadap penunjukan tersebut. Ia tak sambar pusing dengan gegernya publik kepada Jokowi yang memberikan tugas istimewa ke Prabowo tersebut.

Publik geger Menhan Prabowo diberi tugas khusus tangani masalah pangan. Beragam tanggapan jemaah. Ada yg bilang putusan pak  @jokowi ngawur dll komentar, ” tulis Tengkuzul di akun Twitternya, @ustadtengkuzul yang dikutip, Senin, 13 Juli 2020.

Bagi Tengku, penunjukkan  Prabowo itu menunjukkan eks Komandan Jenderal Kopassus tersebut memang hebat. Dia mengatakan,   Prabowo juga pas bagus di bidang pertahanan.

Bagi kami penunjukan itu membuktikan beliau mmg hebat. Bkn saja dlm pertahanan dan pangan, bahkan jadi Kepala pun lbh kompeten , ” ujar Tengku.

Baca Juga: Jokowi Tunjuk Prabowo Kelola Lumbung Pangan di Kalimantan

Sebelumnya, Presiden Jokowi menunjuk Kementerian Pertahanan untuk memimpin pembangunan kembung pangan atau food estate di Kalimantan Tengah. Saat meninjau lokasi food estate tersebut, Jokowi langsung ditemani Prabowo Subianto.

“Dan,   leading sector -nya ini belakang, karena menyangkut cadangan strategis bertabur kita, akan kita berikan kepada Pak Menhan yang tentu selalu didukung Pak Menteri Pertanian serta juga Menteri PUPR  (Pekerjaan Ijmal dan Perumahan Rakyat), ” perkataan Jokowi saat berada di Tempat Belanti Siam, Kecamatan Pandih Sundal, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Pusat, Kamis, 9 Juli 2020.

Jokowi menyebutkan, sejumlah departemen yang mengerjakan program besar tersebut akan dibantu kepala daerah. Dia berharap, lahan seluas 150 ribu hektare tersebut menjadi cadangan pangan nasional ke depan.

“Saya kira kita tahu semuanya FAO sudah memberikan peringatan bahwa krisis pangan akan melanda dunia karena pandemi juga karena benar adanya musim yang tidak mampu diatur dan diprediksi, ” sekapur Jokowi.