VIVA   –  Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta,   Syafrin Liputo, menyampaikan terkait dengan penerapan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB  mulai 14 September 2020 pihaknya  menerbitkan Tulisan Keputusan (SK) Nomor 156 Tahun 2020. SK tersebut berlaku di dalam 11 September berisi tentang isyarat teknis pelaksanaan PSBB Jakarta dalam bidang transportasi.

Poinnya berisi mengizinkan ojek online (ojol) & ojek pangkalan (opang) untuk mengantar barang dan penumpang. Selain itu, SK yang berisi tentang meminta ojol dan opang tidak berkerumun lebih dari 5 orang semasa PSBB Jakarta.  

“Pengemudi ojek online dan ojek basis dilarang berkerumun lebih dari 5 orang dan menjaga jarak parkir antar-sepeda motor minimal 2 meter saat menunggu penumpang, ” sekapur Syafrin, Senin, 14 September 2020.  

Baca juga:   MUI Minta Polri Tak Mudah Simpulkan Penusuk Syekh Ali Jaber Orang Gila

Pihaknya pun mengimbau melalui SK Nomor 156 Tahun 2020 kepada operator aplikasi menerapkan teknologi geofencing . Agar nantinya, semasa ditemukan pengemudi ojol yang berkerumun lebih dari 5 orang, itu tidak akan bisa menerima order perjalanan.

Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta alhasil memberlakukan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) selama dua pasar ke depan mulai 14 September 2020. PSBB kali ini lebih mengetatkan beberapa sektor, seperti perkantoran.

Untuk operasional ojek online , Anies masih mengizinkan. Namun, dengan syarat semua ojol menerapkan protokol kesehatan cegah COVID-19.  

“Jasa antaran roda motor berbasis aplikasi diperbolehkan mengangkut barang dan penumpang, dengan syarat menerapkan protokol kesehatan yang selektif, ” ujar Anies dalam konferensi pers di Balai Kota DKI secara live streaming , Minggu, 13 September 2020. (lis)