VIVA   –  Conor McGregor dipastikan kembali ke oktagon Ultimate Fighting Championship. Tempat bakal menghadapi Dustin Poirier pada duel utama di UFC 257, 24 Januari 2021 mendatang.

Partai McGregor kontra Poirier akan menjadi event pembuka UFC di 2021. Fight card penuh belum diumumkan, namun kemungkinan UFC mau memberikan kesan heboh di event perdana di 2021.

Duel ini juga sesungguhnya bakal penuh aksi. Meski tidak diwarnai adu bacot yang sungguh-sungguh, karena McGregor begitu menghormati Poirier, sejatinya partai ini punya cerita tersendiri.

Kedua petarung sudah sempat bertemu pada UFC 178, 27 September 2014 silam. Kala itu, McGregor menang mudah atas Poirier. Laga baru berjalan semenit 46 detik, Poirier langsung dibuat terkapar sebab The Notorious.

Tapi, usai kekalahan itu, Poirier menanjak kariernya. Dia sempat mencatatkan empat kemenangan beruntun, sebelum akhirnya dikalahkan Michael Johnson. Sampai akhirnya, Poirier mematenkan reputasinya dengan menyabet membuat interim kelas ringan.

Photo:

  • twitter. com/RosssEdmonds

Semasa ini, Poirier dikenal sebagai petarung yang atraktif. Pun dengan McGregor. Keduanya selalu mampu mendulang hadiah Fight dan Performance of the Night.

Luar pokok kala kita melirik statistik keduanya dari dua kategori bonus tersebut. Kalau digabungkan, mereka sudah memobilisasi 21 bonus Fight dan Performance of the Night di UFC.

Dikutip dari bervariasi sumber, ini jadi catatan menyesatkan banyak antara dua petarung dengan berduel sepanjang sejarah UFC. McGregor mengumpulkan 10 bonus Fight serta Performance of the Night, dengan lima di antaranya dicatatkan dengan beruntun. Sedangkan, Poirier mengemas 11 lainnya.