VIVA – Akun media sosial PT PLN (Persero) tengah dibanjiri keluhan dan pertanyaan terkait tagihan listrik yang membengkak.

Beberapa pelanggan bahkan mengeluhkan dakwaan listrik diterima meski rumahnya tak ditempati.

Tahukah Kamu, pelanggan PLN ada 4 macam:

1. Pelanggan prepaid.

Pelanggan ini benar pulsa hp kalau habis elektrik padam

2. Abonemen

Pelanggan ini kadang tagihan bikin deg-degan, bila petugas WFH maka tagihan dikira kira average. Namun, bila Anda WFH tagihan ada lonjakan, sedangkan petugas tetap WFH alhasil ketika meteran dicek, ya tagihan Anda menggila.

3. Pelanggan komersial di apartemen, hotel, mall

Tarifnya pun beda. Bertambah tinggi. Tagihan listrik apartemenku biar melonjak 2 kali lipat padahal apartemen kosong gara WFH.

Kenapa?

Nanti dijelaskan setelah poin #4

4. Pelanggan corporate, bengkel, industri.

Pelanggan ini mengadakan kontrak berniaga beli kuota. Misal Anda suplai air ke pabrik, ada janji jual beli. Ada pasal.

Bagaimana bila ada kurang tagih, atau beban kurang bayar tahun lalu? Bisa-bisa Anda ditagih sekaligus.

Pada kurun normal, lonjakan tagihan PLN pada wilayah tertentu, misal air daripada Waduk Jatiluhur 3 juta m3, tapi agregat tagihan wilayah Kamu 2. 5 juta m3 kelainan kurang tagih ini dibebankan pabrik industri. Kenapa?

Tagihan mereka ratusan juta rupiah. Pabrik kehilangan kapasitas produksi down time, risiko bayar semiliar mereka bisa atasi. Kerugian down time lebih besar daripada semiliar. Anggap sekadar ini CSR sumbangan.

Bagaana kondisi new normal? Pabrik sebagian tutup atau kurangi buatan. Selisih meteran dari Waduk Jatiluhur mau diapakan? Laporan selisih kurang bayar setengah juta m3. Sebab PLN mau tak mau ditagih ke pelanggan #2 dan #3 dan #4. Terpaksa konsumen takjub.

Tahukah Anda, meskipun Anda tidak masuk ke kondominium, namun ada beban PJU serta beban pelanggan sarana umum bagaikan kantor polisi, kantor TNI di sekitar anda yang biasanya 5? ri pemakaian wilayah.

Saat WFH apartemen Anda sunyi jadi pembebanan pelanggan sarana ijmal jadi naik 50%.

Belum lagi ada kebocoran. Laksana dari Waduk jatiluhur, ada murus 5%. Sedangkan perjalanan kabel PLN di sana sini dicantol. Dicantol siapa? Ada dicantol billboard kelam. Kenapa tidak diberantas? Justru itu seperti selingkuhan gelap, itu berniat dibocorkan oleh oknum. Beban itu pun melonjak karena tadi. Masa tagihan turun, beban kebocoran melonjak.

Bagaimana caranya konsumen pelanggan rumahan kalau komplain? Kamu coba dulu beli genset, sebagian. Beli solar cell. Atau kulak petromaks.   (Ir. Goenardjoadi Goenawan, MM, Alumni IPB Teknologi Pangan, dan Magister Manajemen Universitas Indonesia Lulus 1989)