VIVA   –  Kabar duka kembali pegari dari tubuh Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertugas di Papua. Kelompok separatis bersenjata yang tergabung dalam Organisasi Papua Merdeka (OPM) kembali menyerang aparat TNI AD dari Satuan Bataliyon Infanteri (Yonif) Raider 400/BR di daerah Daerah Titigi, Distrik Sugapa, Kabupaten Permata Jaya, Papua.

Perut orang prajurit TNI AD yang tengah melakukan patroli untuk menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat dikabarkan menjadi sasaran dari ulah OPM tersebut.

Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kapen Kogabwilhan) III, Kolonel Czi IGN Suriastawa menyatakan dua orang prajurit TNI yang tertembak adalah Pratu Firdaus dan Pratu Arbi.   Pratu Firdaus terkena tembakan dalam bagian leher sehingga yang bersangkutan meninggal dunia di lokasi perkara. Sementara Pratu Arbi terkena tembakan di bagian betis kaki kanan.

TNI AD tidak akan tinggal tenang dalam menyikapi situasi di Papua. Saat ini, lanjutnya, TNI AD telah mengerahkan Tim Intai Tempur (Taipur) Kostrad TNI AD buat mengejar para pelaku penembakan lantaran kelompok OPM itu.  

“Saat ini Yonif Raider 400/BR TK Kotis Mamba bekerja ke lokasi kontak tembak untuk melakukan bantuan dan evakuasi target luka tembak serta  2 Tim Taipur melaksanakan pengejaran, ” logat Kolonel Czi IGN Suriastawa dalam keterangan tertulis yang diterima militer”> VIVA Militer, Jum’at, 6 November 2020.

Dia menambahkan, bahwa kejadian ini menambah daftar korban jiwa di Intan Hebat. Menurut Suriastawa, kelompok bersenjata OPM dalam operasinya tidak hanya mensasar prajurit TNI dan Polri selalu. Kelompok OPM ini juga mendaulat warga sipil sebagai sasaran di dalam melakukan tindak kejahatannya.

“Dan kemarin kita mendengar pernyataan Bupati Intan Hebat tentang kelakuan KKB yang kerap mengambil dana desa. Selebaran seruan dana kepada masyarakat juga bersirkulasi. Dan ini semua menunjukkan bahwa KKB dan pendukungnyalah akar masalah di Papua, ” tegasnya.

Baca juga:   TNI Berduka, Prajurit Banteng Raiders Mati Ditembak OPM di Papua