VIVA   –  Kementerian Kesehatan tubuh melakukan kajian cepat terkait efektivitas vaksin COVID-19 di dalam 120 ribu tenaga kesehatan di DKI Jakarta. Kupasan tersebut dilakukan pada membentangkan waktu 13 Januari mematok 18 Maret 2021 itu dilakukan berdasarkan data inferior.  

Keterangan yang diolah diperoleh dibanding pelaporan dan pencatatan COVID-19 di Kementerian Kesehatan. Sejak kajian cepat tersebut diketahui bahwa vaksin Sinovac diketahui memiliki tingkat efektivitas maka 94 persen pada dengan sudah menerima dua dosis.

“Analisis menemukan vaksinasi Sinovac lengkap atau dua dosis dapat menurunkan atau mengurangi risiko 94 persen COVID-19 bergejala. Perbandingan vaksinasi lengkap ini menurunkan risiko hingga 94 obat jerih pada hari ke-28 maka ke- 63 dibanding yang belum divaksin, ” logat ketua tim peneliti, Panji Dhewantara dalam virtual conference , Rabu 12 Mei 2021.

Bertambah lanjut Pandji memaparkan, dari hasil kajian cepat tersebut ditemukan bahwa tenaga kesehatan tubuh yang telah menerima ukuran kedua atau vaksinasi lengkap dapat mencegah risiko perawatan di rumah sakit karena COVID-19 sebesar 96 komisi.